seminar kkn vokasiPada hari Kamis, tanggal 28 Mei 2015 di kampus Universitas Pandanaran telah dilaksanakan kegiatan Seminar Hasil KKN Vokasi yang dihadiri oleh undangan dari beberapa  PT di jawa Tengah dan civitas Akademika. Pada kesempatan  telah dilakukan pemaparan di 6 lokasi di antaranya adalah KKN Vokasi Kelurahan Lamper Kidul Kecamatan Semarang Selatan dengan penyaji Agustien Zulaidah, ST,MT dan  dan KKN Vokasi Kelurahan Mranak Kec. Wonosalam Kab. Demak dengan penyaji Patricia Diana Paramita, SE, MM yang dimoderatori  DR. Widi astuti, ST, MT. Sedangkan pada sessi ke-2  KKN Vokasi Desa Bakalrejo, Kec. Guntur, Kab. Demak diketuai Anief Rufiyanto, ST, MT dengan luaran kegiatan : Memiliki pengetahuan Kewirausahaan, Sosialisasi Pengembangan UKM, Pemasaran Internet (e-commerce), mengenalkan Web-Blok ke UKM, Traning pembuatan dan pendampingan sampai jadi dan bisa mengoperasionalkan, pembudidayaan jahe merah sekaligus penanaman, pelatihan kerajinan souvenir kain flanel (untuk pernikahan, khitana dll). KKN Vokasi Desa  Karangsari, Kec. Karangtengah, Kab. Demak penyaji Leonardo Budi Hasiholan, SE, MM dengan Moderator Drs. Erwin Dwi Edi Wibowo, MPd.  Pada Sess ke-3 KKN Vokasi Kelurahan Ledok, Kec. Argomulyo, Kota Salatiga (Ketua: Iwan Priyoga, ST dengan judul “Peningkatan Kualitas Produk Hasil Olahan Diversifikasi Pangan Pd Kelompok Industri RT dan Pengolahan Limbah Sampah” dan KKN Vokasi Kelurahan Pulutan, Kec. Sidorejo, Kota Salatiga dengan penyaji Aziz Fathoni, SE, MM dengan judul “Peningkatan Keg Kewirausahaan Desa (KWD)” yang dimoderatori Hermawan Budiyanto, SSos, MSIini ketua LPPM Unpand Sri Praptono SSos, MM menyampaikan bahwa kegiatan KKN Vokasi sudah sudah terlaksana dengan baik tanpa kendala sesuatu yg berarti, dimana hal ini sudah sesuai dengan kewajiban Tri Darma Perguruan Tinggi khusunya dalam pengabdian dan  penelitian yg dpt menghasilkan karya inovatif.

Kegiatan ini tak akan terlaksana tanpa dukungan program yang diadakan oleh Pendidikan Prov. Jateng. Pada kesempatan yang sama Rektor Ir. Stefanus Joko Saryono, MSc juga menyampaikan bahwa,”Kegiatan dan program yang dilakukan di desa vokasi sangat sejalan dengan misi Unpand yang menghasilkan lulusan bermutu, bermartabat, mandiri dan berorientasi entrepreneurship”. Seperti contoh di Kelurahan Lamper Kidul sangat terkenal dengan produk unggulan lidah buaya, sehingga sangat diharapkan agar Dinas Pendidikan Prov untuk bisa menjembatani secara berkelangsungan ke depan agar potensi unggulan daerah bisa diangkat sebagai salah satu bentuk sumber finansial masyarakat tak hanya berupa makanan olahan tapi juga minuman seperti sentra industri yang sudah banyak berkembang di Kalimantan Barat.  Kegiatan yang dibuka oleh Tunggul Rahso Purnomo, SSos,MM mewakili Bidang Pendidikan Non Formal Perguruan Tinggi Dinas Pendidikan Prov.Jateng. Pada kesempatan yang sama disampaikan juga bahwa sejak tahun 2000 Dinas Pendidikan memiliki seksi PT dimana pada bagian ini banyak program  fasilitasi. Yang di antaranya ditujukan untuk dosen dan juga mahasiswa. Untuk dosen berupa  Penelitian terapan dan untuk mahasiswa berupa kewirausahaan, kegiatan rancang bangun dan karrya tulis. Perintisan desa Vokasi sudah diback up Pusat. Pada th 2013 sudah terdapat 213 desa dengan program vokasi dimana terdapat program yang jalan di tempat, hanya papan nama, seolah2 tak berbekas.

Oleh karenanya untuk menghindari kesalahan yang sama maka KKN Vokasi PT seyogyanya membuat program setelah melihat kondisi lapangan terlebih dahulu, baik kelebihan/keunggulan dan kekurangan, baru kemudian disusun proposal dan melalui proses seleksi karena adanya persaingan lokasi di 35 kabupaten/kota yg ada diperebutkan oleh 64 PT yg hadir di desa vokasi. Pada program KKN Vokasi terbaru bahkan sudah mulai tematik selain mengangkat inovasi dalam bidang teknologi juga mengangkat program yang ditujukan Desa Miskin, harapannya adalah agar PT di Jateng bisa mengakses dan memberikan kontribusinya bagi pembangunan di Jawa Tengah khususnya. Lebih lanjut disampaikan juga bahwa fungsi dari KKN Vokasi adalah sebagai proses pembelajaran, motivasi,dari satu orang yang mengirimkan dan tervasilitasi ternyata teman-temannya juga banyak yang menyusun proposal sehingga bisa memotivasi dan  sebagai ajang pelatihan sebelum membuat proposal sejenis yang akan diajukan untuk mendapatkan hibah dari Dikti