Seminar LPJK dan Unpand

Menghadapi persaingan kerja di era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA), puluhan mahasiswa Universitas Pandanaran (Unpand) baru-baru ini mendapatkan motivasi ketenagakerjaan dari Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK) Provinsi Jateng di Kampus Unpand Tembalang.

Mengambil tema “Harapan dan Tantangan Jasa Konstruksi Hadapi MEA”, Ketua LPJK Jateng, Dr Ir Satya Yuwono MT sebagai pembicara utama menegaskan, para lulusan mahasiswa khususnya di bidang teknik sangat rawan persaingan.

“Saat ini sudah memasuki MEA, banyak tenaga asing yang masuk ke Indonesia dan sudah banyak yang diterima kerja. Lalu bagaimana nasib tenaga SDM dari Indonesia sendiri? “Saya ikut prihatin, mestinya pemerintah tegas membatasi orang asing yang akan bekerja di Indonesia dalam bidang teknik atau pembangunan konstruksi.  Kedua, pemerintah RI harus peduli memberikan beasiswa pendidikan bagi SDM sendiri, nantinya pulang ke Indonesia bisa memberikan pengalamannya,” jelasnya.

Dr Kartono Wibowo MT, Dekan FT Unissula yang juga Wakil LPJK Jateng menambahkan, lulus saja bagi sarjana teknik tidaklah cukup siap kerja. Lulusan bagi SDM yang siap kerja harus punya sertifikasi ketenagakerjaan.

“Caranya saat lulus sarjana teknik, sarjana harus mengikuti pelatihan lagi melalui asosiasi atau badan diklat agar bisa mendapatkan sertifikasi, karena ini untuk mendukung dalam mencari pekerjaan,” katanya.

Rektor Unpand, Ir S Djoko Saryono MSc menjelaskan, seminar ini merupakan amanah dari pemerintah dalam menghadapi MEA. “Dengan mengundang LPJK Jateng, sinergitas perguruan tinggi dengan para ahli konstruksi akan semakin baik memberikan keilmuannya.” ucapnya