Universitas Pandanaran menyelenggarakan Wisuda ke-24. Adapun total 95 wisudawan yang diwisuda. Dan hingga kini, Unpand telah meluluskan sebanyak 3.185 wisudawan dari seruluruh program strudi yang ada

Wakil Rektor 1 Bidang Akademik Arditya Dian Andika mengatakan, wisuda kali ini menerapkan protokol kesehatan. Selain itu, wisuda juga dilaksanakan secara luring dan daring.

“Meskipun ini adalah ke 3 kalinya wisuda di masa pandemi Covid, namun dengan melaksanakan prokes dan menunjukkan bukti rapid tes h-1 bagi wisudawan, proses wisuda secara off line bisa terselenggara dengan waktu yang cukup singkat dengan katergori sukses dan lancar,” ujarnya dalam keterangan yang didapat ayosemarang.com, Sabtu 29 Mei 2021.

DR Sri Praptono, WR III Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama menambahkan, sebelum prosesi wisuda ke-24 berlangsung, terlebih dulu mahasiswa mendapatkan pembekalan untuk meningkatkan daya saing sesuai dengan program kampus merdeka.

‘Pembekalan calon wisudawan dilakukan secara on line berupa webinar  dengan narasumber H Chaerul Anwar, Direktur PT Modatama Global Logistik dan sekaligus Direktur CV Kreasi Indah Selaras (Furniture) Jepara dengan Tema “Semua Berawal dari Mimpi’ dan narasumber Lembaga Penjaminan Mutu Universitas Pandanaran DR. Dra. Cicik Harini, dengan tema “Trik dan Tips Memasuki Dunia Kerja,” imbuhnya.

Dalam kesempatan yang sama Rektor Agustien Zulaedah, menyampaikan harapannya dalam sambutan alumni peserta wisudawan Unpand ke 24.

Ia berharap semua lulusan bisa mendapat pekerjaan sesuai bidangnya masing-masing dan naik jabatan  setelah menyelesaikan studi di Unpand. 

‘Keuntungan alumni dari Unpand adalah semua ijasah sudah memiliki PIN (Penomoran Ijasah Nasional). Sudah sejak tahun 2019 Universitas Pandanaran menerapkan PIN sesuai dengan ketentuan Permenristekdikti Nomor 59 Tahun 2018 tentang PIN,” ucapnya.

PIN adalah sebuah sistem penomoran ijazah yang diberlakukan secara nasional (seluruh perguruan tinggi di Indonesia) yang dikeluarkan oleh Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi. 

Dengan adanya PIN, akan mempermudah Lulusan dalam melamar pekerjaan karena tidak perlu minta legalisir Ijazah ke Universitas dan pihak perusahaan dapat langsung cek keabsahan ijazah secara online. 

Lebih lanjut Rektor berharap bahwa alumni agar berkontribusi pada almamater  dengan masa tunggu mendapatkan pekerjaan sesuai keilmuan dengan tidak terlalu lama masa tunggunya.  

‘Sedangkan bagi mahsiswa yang masih kuliah, Rektor juga sangat berharap bisa lulus tepat waktu selama 3,5 tahun bagi Program Studi S1 dengan IPK minimal 3,” harapnya.

Ketua Yayasan Abdi Masyarakat Dra Hj.Harini Krisniati, mengungkapkan harapannya, bahwa di masa pandemi ini tidak semua orang memiliki kesempatan menjadi sarjana yang merupakan bentuk akuntabilitas sebuah Perguruan Tinggi. 

Ke depan salah satu targetnya adalah mahasiswa yang memilih kuliah di program studi S1 diharapkan dapat lulus tepat waktu selama 3,5 tahun dengan IPK yang sudah ditargetkan Prodi dan Fakultas. 

“ini agar alumni bisa menunjukkan kontribusi dengan berkompetisi dengan alumni Perguruan Tinggi yang lain untuk membangun negeri. Hal ini sebagai salah satu bentuk penghargaan tertinggi bagi Ki Ageng Pandanaran sebagai nama yang menginspirasi Universitas Pandanaran,” katanya. 

Sementara itu, Kepala LLDIKTI Wilayah VI Jawa Tengah Prof DR Ir Muhammad Zainuri, dalam sambutannya menyampaikan penghargaan dan apresiasi pada Universitas Pandanaran yang telah menghasilkan lulusan yang kompetitif dan profesional, sehingga perlu berbenah diri untuk mempersiapkan akreditasi unggul