Penerapan PIN atau Penomoran Ijasah Nasional yang diterapkan Universitas Pandanaran (Unpand) Semarang sejak tahun 2019, membantu mempermudah Lulusan dalam melamar pekerjaan.

‘’Karena tidak perlu minta legalisir Ijazah ke Universitas dan pihak perusahaan dapat langsung cek keabsahan ijazah secara online,’’ kata  Rektor Agustien Zulaidah, ST, MT, dalam siaran pers, Senin (31/1).

Penerapa PIN tersebut sesuai dengan ketentuan Permenristekdikti Nomor 59 Tahun 2018 tentang PIN. PIN adalah sebuah sistem penomoran ijazah yang diberlakukan secara nasional (seluruh perguruan tinggi di Indonesia) yang dikeluarkan oleh Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi.

Rektor mengatakan, Unpand terus berbenah diri dalam peningkatan pelayanan dan mutu pendidikan. Hal itu dibuktikan pada 2021 memperoleh Hibah dari Kementerian Ristek dan Teknologi melalui Program Kompetisi Kampus Merdeka (PKKM) Afirmasi dimana Unpand memperoleh bantuan peralatan untuk Digitalisasi pembelajaran. Sedangkan dari Provinsi Jawa Tengah Unpand juga mendapatkan hibah untuk pengembangan sistem SIMAKAD dan e-learning.

Dengan semakin lengkapnya sarana dan prasarana pembelajaran yang ada akan meningkatkan mutu pembelajaran yang akhirnya dapat meningkatkan mutu dari lulusannya karena selain menerapkan blended learning juga menerapkan Hybrid Learning.

“Selain itu untuk menjaga kondusifitas kampus melalui kerjasama dengan satgas dalam pengelolaan anti kekerasan, anti bullying, anti korupsi dan anti pelecehan seksual, sehingga proses KBM dapat berjalan optimal sesuai ketentuan,” paparnya.

Pada 29 Januari 2022 bertempat di Aula Kampus Universitas Pandanaran menyelenggarakan Wisuda ke-25 dengan penuh hikmat, semarak, bernuansa akademik.

“Meskipun ini adalah ke 4 kalinya wisuda di masa pandemi Covid-19, namun dengan melaksanakan prokes yang ketat, proses Wisuda off line bisa terselenggara dengan waktu yang cukup singkat dengan kategori sukses dan lancar”, ungkap Dra. Retno Djohar Juliani, MPd selaku WR II Bidang Adm. dan Keuangan sekaligus ketua panitia penyelenggara.

Sejak berdiri tahun 1996, Unpand telah meluluskan sebanyak 3.238 wisudawan dari Fakultas Ekonomi, Fakultas Teknik, dan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik.

DR. Sri Praptono, SSos, MM selaku WR III Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama menambahkan, sebelum prosesi wisuda para mahasiswa mendapatkan pembekalan secara on line berupa Webinar bertema Penguasaan Teknologi Digital sebagai Daya Ungkit Kesuksesan Menuju Kemandirian Alumni dengan narasumber Faris Fanani, M.Psi (CEO PT. Campus Data Media) dan Daniel Kartika Adhi, S.E., MSi,. Akt (Akuntan Publik).

Ketua Yayasan Abdi Masyarakat Dra. Hj.Harini Krisniati, MM menyampaikan harapannya agar secara maksimal alumni bisa terserap di ranah industri sehingga sudah selayaknya kurikulum yang ada di lingkungan Universitas Pandanaran disesuaikan dengan kebutuhan industri, selain itu hendaknya dalam benak almuni terbentuk mindset sebagai seorang entrepreneur sejati.

“Langkah yang bisa ditempuh untuk strategi ke depan tentunya memperbaiki Kinerja Sistem Pendidikan di Universitas Pandanaran yang mengadopsi teknologi 5.0 yaitu salah satunya dengan proses pembelajaran on-line hybrid learning sehingga kegiatan belajar-mengajar tidak stagnan di kampus saja, selain itu dalam diri alumni harus memiliki karakter diri yang tidak mudah menyerah, ulet, tangguh dan melakukan apa yang bisa dilakukan ketika dibutuhkan dalam jangka pendek maupun jangka panjang,“pungkasnya.

Ketua LLDIKTI Wilayah VI Bhimo Widyo Andoko, SH, MH mengatakan,  digital teknologi sangat berperan penting bagi perkembangan perguruan tinggi swasta utamanya dalam penerapan MBKM. Kompetensi dan profesionalitas sangat dituntut diterapkan sesuai masa studi dalam kaidah standar mutu pendidikan. Sehingga semua pelaksanaan program dan   bentuk pelayanan LLDIKTI untuk memaksimalkan peran Perguruan Tinggi Swasta di Jawa Tengah akan mengalami perbaikan dan pengembangan setiap saat. 

“Salah satunya dengan kemudahan lembaga di bidang usaha dan industri ketika melakukan pengecekan keabsahan ijasah  SDM nya hanya dengan melalui on line bisa terlaksana dengan mudah dan cepat tanpa harus konfirmasi ke universitas bersangkutan,“ papar Bhimo.